Dalam menyambut Matahari pagi 2013, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto melaksanakan Istighotsah Qubro.
Istighotsah Qubro bersama Para Kyai dan Pemangku Pondok Pesantren se Kabupatren Gresik ini dihadiri Muspida, Pejabat, Pelajar dan masyarakat. Pelaksanaan Istighotsah yang dihadiri oleh sekitar puluhan Kyai ini bertempat di Halaman Kantor Bupati Gresik, Selasa (1/1).
Menurut Panitia acara, M. Kusaini, Acara ini mengundang sebanyak 1000 orang. Dalam acara ini, Panitia mengundang seluruh kyai dari seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Gresik. "minimal 5 kyai dari tiap kecamatan hadir" ujar Kusaini.
Masih menurut Kusaini pula, kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun baru. Terhitung sejak Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim menjabat. "Kali ini sudah 3 kali pelaksanaan Istighotsah Qubro Tahun Baru" ujar Kusaini.
Dalam sambutannya Bupati Gresik menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat Gresik yang pada 2012 benyak meraih prestasi. Bupati yakin, pada 2013 nanti bisa melaksanakan lebih baik. pada kesempatan itu Bupati minta doa restu agar pada perjalanan 2013 nanti, duet Sambari-Qosim bisa lebih merealisasikan kesejahteraan masyarakat Gresik. "saya mohon doa restu pada masyarakat semua"ujarnya.
Pada Pelaksanaan Istighotsah Qubro kali ini, Bupati menghadirkan KH. Basori Tajib asal Wringinanom untuk memberikan Tausiah. (Sdm)
Istighotsah Qubro bersama Para Kyai dan Pemangku Pondok Pesantren se Kabupatren Gresik ini dihadiri Muspida, Pejabat, Pelajar dan masyarakat. Pelaksanaan Istighotsah yang dihadiri oleh sekitar puluhan Kyai ini bertempat di Halaman Kantor Bupati Gresik, Selasa (1/1).
Menurut Panitia acara, M. Kusaini, Acara ini mengundang sebanyak 1000 orang. Dalam acara ini, Panitia mengundang seluruh kyai dari seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Gresik. "minimal 5 kyai dari tiap kecamatan hadir" ujar Kusaini.
Masih menurut Kusaini pula, kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun baru. Terhitung sejak Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim menjabat. "Kali ini sudah 3 kali pelaksanaan Istighotsah Qubro Tahun Baru" ujar Kusaini.
Dalam sambutannya Bupati Gresik menyampaikan terima kasih atas partisipasi masyarakat Gresik yang pada 2012 benyak meraih prestasi. Bupati yakin, pada 2013 nanti bisa melaksanakan lebih baik. pada kesempatan itu Bupati minta doa restu agar pada perjalanan 2013 nanti, duet Sambari-Qosim bisa lebih merealisasikan kesejahteraan masyarakat Gresik. "saya mohon doa restu pada masyarakat semua"ujarnya.
Pada Pelaksanaan Istighotsah Qubro kali ini, Bupati menghadirkan KH. Basori Tajib asal Wringinanom untuk memberikan Tausiah. (Sdm)
Untuk pengamanan malam pergantian tahun, Polres
Gresik meluncurkan Police Phosphor Minggu malam (30/12), di alon – alon Gresik. Program ini baru pertama dilakukan di Indonesia.
Polres Gresik melakukan inovasi keselamatan
bagi anggotanya dengan memasangkan kawat elektroluminescent atau biasa dikenal
dimasyarakat sebagai el-wire pada rompi dan helm.
Inovasi ini akan dikenalkan pada pengamanan pergantian tahun baru senin (31/12).
kawat yang dililitkan di rompi dan helm merupakan inovasi sistem pengamanan
diri bagi polisi yang pertama di Indonesia.
sebelumnya
kawat elektroluminescent banyak dipakai untuk kostum pertunjukan – pertunjukan
musik, disamping sinar yang dihasilkan tidak silau, el-wire gampang
dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Artis Indonesia yang pernah memakai el
wire ini diantaranya saikoji.
El-wire ditenagai dengan arus listrik AC yang
digerak-kan dari baterai yang disimpan di belakang rompi. sayangnya, alat ini
masih harus di-impor dari Thailand dan harganya relatif mahal. Per meter El
wire paling murah berharga 35 ribu rupiah.
Kapolres Gresik, AKBP Akhmad Ibrahim merasa
prihatin dengan seringnya petugas polisi ditabrak pengendara karena pengendana
tidak melihat dengan jelas keberadaan petugas. inovasi ini diharapkan akan
meminimalisir angka kecelakaan anggota Polisi sa-at bertugas.
“ada beberapa anggota kami terutama di Lantas
yang tertabrak pengendara karena pengendara tidak melihat dengan jelas, padahal
mereka sudah berrompi ada pita phospornya,” jelas Ibrahim usai pre lounching
Police Phosphor.
Sementara
itu, untuk pengamanan malam tahun baru nanti malam, Polres Gresik mengerahkan
empat ratus dua puluh sembilan anggotanya yang akan disebar di sejumlah titik
rawan baik di dalam kota maupun di luar kota. acara pergantian tahun di gresik nanti malam dibagi menjadi tiga
titik, untuk wilayah selatan dipusatkan di kecamatan Driyorejo, di kota di Kebomas sementara itu untuk wilayah utara di pusatkan di kecamatan Sidayu.
(sutikhon)
4 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia (KUKMI) diantaranya Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Tuban dilantik oleh DPW KUKMI Jatim yang dilaksanakan di Wahana Ekspresi Poesponegoro, Sabtu, (29/12).
KUKMI Gresik mulai tahun 1982 hingga 2000 telah menormalisasi pasar baru sehingga terkordinir 800 pedagang. Menurut ketua DPD KUKMI Gresik, Nur Khamim, anggota KUKMI Gresik telah menyumbang PADKab Gresik sebanyak 600 juta pertahun.
"Kami sudah banyak berkiprah untuk pembangunan Gresik dengan menyumbang PAD dari keringat pedagang kecil," ujar Nur Khamim dalam sambutannya.
Sementara itu ketua DPD Propinsi Jatim Tamam Mubarok dalam sambutannya mengatakan KUKMI telah memberikan kekuatan pedagang kecil sehingga menjadi berdaya.
"Kalau dulu pedagang dawet susah mencari modal, setelah dibina KUKMI akhirnya mendapatkan modal, ini bukti kerja KUKMI," tegas Tamam Mubarok yang juga asli Gresik.(Tik)
KUKMI Gresik mulai tahun 1982 hingga 2000 telah menormalisasi pasar baru sehingga terkordinir 800 pedagang. Menurut ketua DPD KUKMI Gresik, Nur Khamim, anggota KUKMI Gresik telah menyumbang PADKab Gresik sebanyak 600 juta pertahun.
"Kami sudah banyak berkiprah untuk pembangunan Gresik dengan menyumbang PAD dari keringat pedagang kecil," ujar Nur Khamim dalam sambutannya.
Sementara itu ketua DPD Propinsi Jatim Tamam Mubarok dalam sambutannya mengatakan KUKMI telah memberikan kekuatan pedagang kecil sehingga menjadi berdaya.
"Kalau dulu pedagang dawet susah mencari modal, setelah dibina KUKMI akhirnya mendapatkan modal, ini bukti kerja KUKMI," tegas Tamam Mubarok yang juga asli Gresik.(Tik)
Libur natal dan tahun baru dimanfaatkan warga Gresik untuk menghabiskan waktunya di tempat hiburan keluarga sepeti di zona mainan anak-anak yang terletak di lantai satu Mall Gresik, Selasa (25/12).
Menurut salah satu pengunjung, Narto dari Bungah acara rekreasi di mall lebih murah dibanding ke WBL maupun ke Pantai Dalegan.
"Murah di permainan Mall ini mas, 5o ribu dapat koin banyak, dan anak-anak puas," tuturnya sambil ikut bermain Jackpot.
Selain zona mainan anak-anak beragam paket diskon di hall Ramayana juga diminati warga Gresik.(Mis)
Menurut salah satu pengunjung, Narto dari Bungah acara rekreasi di mall lebih murah dibanding ke WBL maupun ke Pantai Dalegan.
"Murah di permainan Mall ini mas, 5o ribu dapat koin banyak, dan anak-anak puas," tuturnya sambil ikut bermain Jackpot.
Selain zona mainan anak-anak beragam paket diskon di hall Ramayana juga diminati warga Gresik.(Mis)
Totok Basoeki bersama 38 orang yang lain dilantik sebagai
Ketua dan Pengurus Cabang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)Kabupaten
Gresik. Pelantikan Pengurus Pengcab PSSI Kabupaten Gresik ini dilaksanakan oleh
Ketua IV PSSI Propinsi Jawa Timur, Cahyo Yudho Kuncoro pada Jum’at (14/12) di
Kantor Bupati Gresik.
Dalam pidato pelantikan, Cahyo yang hadir mewakili Ketua
PSSI Jawa Timur berharap, agar pengurus yang ‘gemuk’ ini bisa lebih optimal
dalam memajukan persepakbolaan Nasional. “biarkan ada kemelut di organisasi
sepakbola tingkat Nasional, namun di Gresik harus tetap baik”. Katanya.
Senada dengan Cahyo, Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim
yang ikut menjadi saksi pelantikan pengurus PSSI Pengcab Gresik juga berharap
agar Pengurus PSSI Gresik tidak ikut-ikutan terbawa kemelut Persepakbolaan
Nasional. “saat ini anda semua harus bekerja keras untuk memperbaiki prestasi
sepakbola Nasional. Tugas anda agar prestasi sepakbola Gresik bisa berprestasi
lebih baik” katanya.
Wabup juga menyatakan, kepengurusan PSSI Pengcab Gresik
termasuk ‘gemu’. jumlah Pengurus sebanyak 78 orang. Bila ditambah pembina dan
pelindung yang yang mencapai 13 orang, maka total jumlah semua ada 91 orang. “latar
belakang para pengurus ini lengkap ada kyai, guru, pegawai, petugas keamanan,
TNI, Polri bahkan ada sebagai paranormal” katanya.
Terkait dana PSSI yang tahun ini sebesar Rp. 500 juta. Qosim
berharap, dengan pengurus yang baru
nanti agar dana pembinaan olahraga sepakbola melalui PSSI bisa lebih besar. “semoga
bisa naik 3 kali lipat” ujar Qosim yang disambut tepuk tangan semua pengurus.
(sdm)
editor: Heri S
Puluhan anggota Gerakan Pemuda Ansor Gresik membakar LKS
(lembar kerja siswa) Sejarah yang menuduh KH Abdurahman Wahid terkena masalah korupsi Bulog Gate dan Brunai Gate.
Pembakaran di depan Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Arief Rahman Hakim, Selasa (11/12).
Aktifis Ansor berorasi di depan kantor Diknas Gresik. Tak lama kemudian seluruh massa
Ansor masuk ke ruang Kepala Diknas M Nadlif. Dalam dialog itu, M Nadlif
menyebutkan bila pihaknya sudah mengumpulkan semua kepala SMA/MA se-Kabupaten
Gresik untuk mengklarifikasi LKS Sejarah yang menyesatkan tersebut.
“Kami sudah kumpulkan kepala sekolah. Hasil dari klarifikasi
kami, ternyata di Gresik hanya ada dua SMA yang menggunakan LKS tersebut.
Yaitu, di SMA Negeri 1 Manyar dan SMA Islam Duduksampeyan. Hanya di SMA Islam
Duduksampeyan sudah ditarik dan tidak dipakai,” ungkapnya di hadapan massa Ansor Gresik.
Hanya, Nadlif menyebut bila pihaknya kecolongan atas
terpakainya LKS Sejarah di SMA Negeri 1 Manyar. Namun, pihaknya tidak dapat
berbuat banyak, karena pemilihan LKS tersebut menjadi kewenangan gurunya.
Bahkan, seharusnya LKS Sejarah itu yang membuat gurunya.
“Tetapi di SMA Negeri 1 Manyar, gurunya ingin yang mudah
dengan memakai LKS terbitan CV Hayati Tumbuh Subur,” tegasnya lagi.
Meski begitu, Nadlif menyebutkan bila Kepala SMA Negeri 1
Manyar sudah menarik dan tidak memakai LKS Sejarah tersebut. Pihak SMA Negeri 1
Mnayar sudah menegur guru mata pelajaran Sejarah. Bahkan, Kepala SMA Negeri 1
Manyar dan dirinya selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan sudah membuat surat permintaan maaf
kepada masyarakat Nahdliyyin.
“Surat
tersebut akan kami tembuskan ke Pengurus GP Ansor Gresik,” katanya.
Pernyataan tersebut ternyata belum membuat pengurus GP Ansor
Gresik puas. Wakil Ketua PC GP Ansor Gresik M Sholahuddin menegaskan, bila
permintaan maaf bukan hanya ditujukan kepada warga Nahdliyyin. Tetapi, harus
ditujuklan mepada masyrakat Indonesia,
karena Gus Dur bukan hanya milik warga NU, tetapi milik Bangsa Indonesia.
“Kami juga meminta Diknas membuat surat keberatan atas terbitnya LKS Sejarah
oleh CV Hayati Tumbuh Subur. Bahkan, harus di-black list. Karena penerbit itu memuat pelajaran yang menyesatkan
bagi sejarah Indonesia,”
tukasnya lagi.
Terkait penentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik 2013 oleh
Gubernur Jawa Timur sebesar Rp. 1.740.000,- Bupati Gresik, Sambari Halim
Radianto berharap kepada pengusaha untuk menerima dengan hati legowo.
Pernyataan Bupati ini disampaikan saat sosialisasi Upah Minimum Kabupaten
Gresik, Selasa (11/12) yang bertempat di gedung Diklat Petrokimia Gresik.
Acara sosialisasi UMK yang dihadiri sekitar 150 orang
undangan yang terdiri dari perwakilan serikat buruh, wakil dari perusahaan,
anggota DPRD, Chumaidi Ma’un, ketua Kadin Gresik serta beberapa pejabat unsur
Pemerintah Kabupaten Gresik. Pada kesempatan itu, Bupati mengajak kepada semua
buruh dan pengusaha untuk menciptakan kebersamaan dalam hubungan industrial
yang kondusif.
Menurut Bupati, memang penentuan UMK sempat mengagetkan dari
nominal Rp. 1.657.000,- yang diusulkan. Setelah turun Pergub No. 72 tahun 2012
nilai itu berubah menjadi Rp. 1.740.000,- nilai itu tertinggi se Jawa Timur dan
sama seperti UMK kodya Surabaya. Bupati juga menceriterakan perjalanan
kronologis penentuan UMK tersebut. “namun anda jangan berpikir, kalau UMK tahun
depan akan naik seperti sekarang yaitu 38% atau bahkan 40%. Kalau seperti itu
semuanya akan tutup” kata Bupati serius.
Dengan ditetapkannya UMK yang jauh dari harapan Buruh,
Bupati berharap agar Buruh lebih giat bekerja, disiplin dan meningkatkan
produktifitas. “Sesuai arahan Presiden beberapa saat lalu, agar buruh tidak
lagi berunjukrasa anarkis, melakukan sweping serta mengganggu kepentingan umum
lainnya. Semuanya harus diselesaikan secara Musyawarah”. Ujar Bupati.
Seperti halnya Bupati, Ketua Kamar dagang dan Industri Gresik
Lailatul Qodrimengajak semuanya untuk menerima dengan baik serta menciptakan
suasana kondusif.”kalau tidak kondusif, tentu investor tidak akan masuk Gresik”katanya.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Perwakilan Serikat Buruh, Ali Muchsin.
Katanya, UMK saat ini memang jauh melebihi yang diharapkan. Untuk itu Muchsin mengajak teman-temannya sesama Buruh untuk lebih
meningkatkan produktifitas. Muchsin juga meminta kepada Pemerintah untuk
mengawasi agar kebijakan Peraturab Gubernur tentang UMK untuk bisa ditaati dan
dilaksanakan oleh Perusahaan di Gresik.
Sementara Kepala Dinas tenaga Kerja Gresik, Edi Purwanto
selaku ketua Dewan Pengupahan Gresik
menyatakan, sesuai surat Keputusan Menaker trans KEP.231/MEN/2003. Disebutkan,
pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari UMK. “apabila tidak mampu
sesuai SK terrsebut Pengusaha dapat mengajukan penangguhan kepada Gubernur. Penangguhan
harus berdasar kesepakatan tertulis antara pengusaha denganpekerja/buruh”ujar
Edi sambil menyodorkan SK Menakertran tertanggal 31 Oktober 2003.(sdm)
editor: sutikhon
foto: ilustrasi
foto: ilustrasi
Lima
wartawan mingguan dari beberapa media tertangkap basah melakukan pemerasan di sekolah
dasar negeri Klangonan Kebomas Gresik, Selasa (11/12).
Lima
orang yang mengaku wartawan melakukan pemerasan dengan korban kepala sekolah – SDN
Klangonan Kebomas Gresik Nuryum Zubaidah.
Aksi
ini bermula dengan kedatangan lima orang yang mengaku wartawan dari berbagai media cetak mingguan
di Jawa Timur diantaranya Sudarsono warga Bojonegoro dari mingguan Radar Bangsa,
Wiyanto warga Jetis Mojokerto dari mingguan Investigasi Indonesia, Sutono dari
mingguan Taruna, Mulyono warga Mojokerto dari mingguan Gegana dan Sunardi warga
Gedeg Mojokerto dari Radar indonesia.
Kelima
orang oknum wartawan mendatangi SDN Klangonan Kebomas Gresik yang sa-at ini
telah menyelesaikan rehab gedung. Oleh kelima orang ini, dianggap rehab gedung
yang sedang dilakukan telah menyalahi bestek,
dan diduga ada manipulasi bahan bangunan yang dipakai.
Dengan
dalih konfirmasi, kelima orang mengancam
akan memberitakan kejanggalan yang mereka temukan. mereka akhirnya melakukan
negoisasi dengan tidak memberitakan duga-an kasus korupsi ini dengan imbalan
lima juta rupiah. karena terlalu besar uang yang diminta, akhirnya kepala
sekolah menawar dan hingga disepakati dengan nilai empat juta Rupiah.
“mereka
mengajak suami saya dilapangan untuk melihat bangunan gedung dan meminta kepada
suami saya untuk berdamai dengan pihak sekolah dengan memberikan uang sebesar
lima juta,” jelas Nuryum.
Saat
Nuryum Zubaidah panik ketika didatangi kelima wartawan ini sempat menelpon
suaminya untuk dating ke sekolah menemani kelima wartawan tersebut.
Namun
sebelum uang yang disepakati diberikanm kepada oknum wartawan ini, pihak sekolah
melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian, sehingga kelima orang ini bisa
tertangkap basah, sa-at memasuk-kan uang yang dibungkus dengan amplop coklat
kedalam tas.
Kapolsek
Kebomas, Kompol Julianto yang memimpin penangkapan, mengaku sempat dibentak
oleh tersangka karena tersangka menolak dikatakan sebagai pemeras.
“awalnya
mereka tidak mengaku, kemudian saya ambil tasnya dan ketahuan ada amplop coklat
yang berisi uang 4 juata,” ujar Julianto.
Tersangka
dikenakan pasal 369 tentang pemerasan dengan hukuman 9 tahun penjara. (tik)
Gerakan Pemuda (GP) Ansor memberikan peluang seluas-luasnya kepada anggotanya untuk menentukan pilihannya dalam Pilgub Jatim Mendatang. Pernyataan ini disampaikan ketua PP GP Ansor Nusron Wahid usai pelantikan PC Ansor Kab Gresik di Gor Petrokimia Gresik Minggu (9/12).
"Silahkan anggota GP Ansor menentukan pilihannya sendiri, kami tidak mengikat pilihan politik anggota," ujar Nusron.
Anggota Ansor mendapatkan kebebasan untuk menentukan pilihan. Sebelumnya beberapa nama kader NU telah masuk bursa calon Gubernur Jatim diantaranya Syaifullah Yusuf, wakil Gubernur Jatim Yang juga Kader Ansor dan Chofifah Indarparawangsa yang juga dari Muslimat NU. Kedua kandidat ini mempunyai basis masa NU. (Tik)
Editor: Sutikhon
"Silahkan anggota GP Ansor menentukan pilihannya sendiri, kami tidak mengikat pilihan politik anggota," ujar Nusron.
Anggota Ansor mendapatkan kebebasan untuk menentukan pilihan. Sebelumnya beberapa nama kader NU telah masuk bursa calon Gubernur Jatim diantaranya Syaifullah Yusuf, wakil Gubernur Jatim Yang juga Kader Ansor dan Chofifah Indarparawangsa yang juga dari Muslimat NU. Kedua kandidat ini mempunyai basis masa NU. (Tik)
Editor: Sutikhon
Seribu enam ratus anggota Barisan Serba Guna (Banser) Ansor Kab Gresik melakukan Apel Kebangsaan di Halaman GOR Petrokimia Gresik, Minggu (09/12).
Apel kebangsaan ini menurut salah satu pengurus GP Ansor Kab Gresik Ashadi, apel kali ini sebagai kelanjutan Diklatsar Banser yang sudah dilaksanakan pada bulan Nopember 2012.
"Apel ini merupakan agenda nasional yang harus dilaksanakan di setiap kabupaten sebagai bentuk eksistensi Banser yang merupakan Banom Ansor," jelas Ashadi.
Selain Apel Kebangsaan, acara dilanjutkan dengan pelantikan PC GP Ansor Kab Gresik periode 2012 - 2016 yang mengukuhkan Faizin sebagai ketua GP Ansor Kab Gresik. (Tik)
Editor: Sutikhon
Apel kebangsaan ini menurut salah satu pengurus GP Ansor Kab Gresik Ashadi, apel kali ini sebagai kelanjutan Diklatsar Banser yang sudah dilaksanakan pada bulan Nopember 2012.
"Apel ini merupakan agenda nasional yang harus dilaksanakan di setiap kabupaten sebagai bentuk eksistensi Banser yang merupakan Banom Ansor," jelas Ashadi.
Selain Apel Kebangsaan, acara dilanjutkan dengan pelantikan PC GP Ansor Kab Gresik periode 2012 - 2016 yang mengukuhkan Faizin sebagai ketua GP Ansor Kab Gresik. (Tik)
Editor: Sutikhon
80 peserta dari Club otomotif Gresik, hari ini sabtu (8/12/2012) mengikuti perjalanan wisata yang di kemas dalam Wisata Touring Gresik 2012, start di Halaman Kantor Bupati Gresik.
Selain menempuh perjalanan melewati berbagai tempat objek wisata. Para Peserta juga di libatkan untuk mengikuti penghijauan dan pemberian satunan kepada anak yatim. Mereka ramai-ramai melakukan penanaman di 2 titik lokasi yaitu di ujung pangkah dan Benjeng dengan menanam sebanyak 200 pohon jati emas. Santunan untuk anak yatim juga di bagikan di lokasi wisata surowiti sebanyak 20 anak yatim.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di hadapan peserta wisata Touring Gresik 2012 menjelaskan bahwa kegiatan ini sangatlah lengkap selain bisa menikmati tempat wisata dalam perjalanan, juga ada kegiatan sosial berupa penanman pohon jati emas serta pemberian santunan kepada anak yatim. Bupati juga berharap agar program semacam ini terus di laksanakan dan di kembangkan.
"bahkan kalau perlu hinga ke P. Bawean. Karena di P. Bawean banyak tempat wisata yang masih perlu di kembangkan dan di promosikan." Ujar Sambari.
Ini merupakan program pengembangan Wisata sekaligus sebagai promosi objek Wisata. Jadi kemajuan Kab Gresik ini bukan karena Bupati dan wakil Bupati serta jajarannya, namun seluruh warga Gresik, khususnya bagi peserta Touring ikut mengembangkan dan mempromosikan Gresik, semoga dengan kebersamaan yang terjalin dengan baik ini akan menjadikan Gresik bisa lebih baik, harap Bupati.
Peserta Wisata Touring Gresik 2012 sebanyak 80 peserta dengan berbagai jenis yaitu Katana, jeep, Troper. Land rover serta beberapa jenis mobil lainnya peserta dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ini di lepas langsung oleh Wakil Bupati Gresik, karena Bupati Gresik ikut dalam salah satu peserta Wisata touring Gresik 2012. (dwi)
Editor: Sutikhon
Selain menempuh perjalanan melewati berbagai tempat objek wisata. Para Peserta juga di libatkan untuk mengikuti penghijauan dan pemberian satunan kepada anak yatim. Mereka ramai-ramai melakukan penanaman di 2 titik lokasi yaitu di ujung pangkah dan Benjeng dengan menanam sebanyak 200 pohon jati emas. Santunan untuk anak yatim juga di bagikan di lokasi wisata surowiti sebanyak 20 anak yatim.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di hadapan peserta wisata Touring Gresik 2012 menjelaskan bahwa kegiatan ini sangatlah lengkap selain bisa menikmati tempat wisata dalam perjalanan, juga ada kegiatan sosial berupa penanman pohon jati emas serta pemberian santunan kepada anak yatim. Bupati juga berharap agar program semacam ini terus di laksanakan dan di kembangkan.
"bahkan kalau perlu hinga ke P. Bawean. Karena di P. Bawean banyak tempat wisata yang masih perlu di kembangkan dan di promosikan." Ujar Sambari.
Ini merupakan program pengembangan Wisata sekaligus sebagai promosi objek Wisata. Jadi kemajuan Kab Gresik ini bukan karena Bupati dan wakil Bupati serta jajarannya, namun seluruh warga Gresik, khususnya bagi peserta Touring ikut mengembangkan dan mempromosikan Gresik, semoga dengan kebersamaan yang terjalin dengan baik ini akan menjadikan Gresik bisa lebih baik, harap Bupati.
Peserta Wisata Touring Gresik 2012 sebanyak 80 peserta dengan berbagai jenis yaitu Katana, jeep, Troper. Land rover serta beberapa jenis mobil lainnya peserta dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ini di lepas langsung oleh Wakil Bupati Gresik, karena Bupati Gresik ikut dalam salah satu peserta Wisata touring Gresik 2012. (dwi)
Editor: Sutikhon
Meski hari ini, Kamis (6/12) sudah diserahkan, namun Bupati
Gresik menyatakan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) masih belum
final. Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Gresik saat acara penyerahan DAK2
kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik, Alimin di ruang
Rapat Bupati.
Menurut Sambari,” banyak penduduk kita yang ada di luar
negeri masih belum terdata dengan valid. Sesuai aturan, data Penduduk Indonesia
yang berada diluar negeri merupakan kewenangan Menteri Luar negeri yang
diserahkan kepada Menteri Dalam negeri”ujarnya dihadapan ketua DPRD Zulfan
Hasyim serta para Camat se Kabupaten Gresik.
Bupati berharap, DAK2 ini setidaknya sudah menunjukkan
akurasinya karena sudah melalui berbagai tahapan. Baik itu ferifikasi data e
KTP di kementerian dalam negeri maupun pemutakhiran oleh Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Kabupaten Gresik. “Dengan data ini setidaknya akan memberi
kemudahan kepada pihak KPU Gresik untuk pembagian Daerah Pemilihan (Dapil),
karena DAK merupakan hal yang paling mendasar dalam Pemilu sesuai UU No.8 tahun
2012”. Tambahnya.
Seperti yang diharapkan Bupati, agar pelaksanaan Pemilu yang
akan datang lebih baik mengingat data yang ada saat ini lebih baik. Ketua KPU Kabupaten
Gresik usai menerima Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) berupa kepingan
Compact Disc (CD) menyatakan optimis. Alimin kepada kabag Humas Andgy Hendro
Wijaya mengatakan. Selanjutnya data ini akan dipakai untuk menyusun Daftar
Pemilih Sementara (DPS). Namun yang lebih mendesak yaitu untuk penentuan Daerah
Pemilihan (Dapil) yaitu sekitar Maret 2013, katanya.
Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten
Gresik, Sumarno mengatakan. Sesuai DAK2 jumlah penduduk Gresik 1.182.631 jiwa. Jumlah ini sesuai hasil
integrasi terakhir oleh Ditjen Infoduk Depdagri. Jumlah ini lebih kecil dari Sistem
Informasi dan Administrasi Kependudukan (SIAK)hasil integrasi Dispendukcapil
Gresik yaitu 1.296.874 jiwa. Ada selisih 114.243 jiwa. “yang dipakai untuk DAK2
adalah 1.182.631. karena data itu
sudah di mutakhirkan sesuai perekaman E KTP” katanya.
Tentang pernyataan Bupati yang menyatakan DAK2 yang
diserahkan saat ini belum final. Sumarno membenarkan, mengingat banyaknya
penduduk Gresik yang berada di luar negeri. “seperti yang kami data beberapa
saat lalu di Malaysia, ada puluhan ribu penduduk Gresik yang tersebar di negeri
Jiran ini. Namun, kami juga tidak berhak mendata lebih jauh” ujarnya. (sdm)
editor: sutikhon
Puluhan ibu-ibu mewakili pelanggan air bersih PDAM Gresik mendatangi kantor PDAM Gresik JL Permata Bunder AsriGresik. Senin (3/12).
Mereka dari Kel. Pekelingan, Kel Kemuteran, dan Kel Lumpur. Sejumlah warga ini ingin mempertayakan kepada Dirut PADM Gresik terkait mampetnya air bersih di kampungnya yang sudah 4 bulan terakhir ini.
"Kami berusaha ngebor air tanah, namun yang kami dapat air asin, sementara itu menunggu air dari PDAM tidak pernah mengalir," ujar Kharomah, salah satu pelanggan yang ikut rombongan.
Menanggapi keluhan warga, direktur Teknik PDAM Gresik, Kris Hadi Susanto akan mengecek langsung di lapangan
"Kami acak cek keluar warga, apa benar air tidak keluar hingga 4 bulan," jelas Kris.
Menurut warga ada pipa PDAM di daerah Pekelingan yang di potong warga untuk di alihkan ke kampung lain, sehingga sebagian kampung pekelingan tidak mendapatkan jatah air.(Tik)
Editor: Sutikhon
Mereka dari Kel. Pekelingan, Kel Kemuteran, dan Kel Lumpur. Sejumlah warga ini ingin mempertayakan kepada Dirut PADM Gresik terkait mampetnya air bersih di kampungnya yang sudah 4 bulan terakhir ini.
"Kami berusaha ngebor air tanah, namun yang kami dapat air asin, sementara itu menunggu air dari PDAM tidak pernah mengalir," ujar Kharomah, salah satu pelanggan yang ikut rombongan.
Menanggapi keluhan warga, direktur Teknik PDAM Gresik, Kris Hadi Susanto akan mengecek langsung di lapangan
"Kami acak cek keluar warga, apa benar air tidak keluar hingga 4 bulan," jelas Kris.
Menurut warga ada pipa PDAM di daerah Pekelingan yang di potong warga untuk di alihkan ke kampung lain, sehingga sebagian kampung pekelingan tidak mendapatkan jatah air.(Tik)
Editor: Sutikhon
Masuk sebagai daerah rawan ketulian, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT) membentuk Komisaris Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian. Pembentukan tersebut ditandai dengan pelantikan dr. Endang Puspowati selaku ketua, serta pengurus Komda PGPKT Kabupaten Gresik yang lain, Jum'at (30/11).
Seusai melantik, Ketua Komite Nasional PGPKT , dr. Damayanti Sucipto menjelaskan. Kita semua perlu kampanye untuk menyadarkan pada semua masyarakat, pentingnya mencegah ketulian. Diantaranya mengurangi kebisingan. Selama ini kita melihat perilaku salah para ibu yang begitu saja membiarkan bahkan menaruh anak di tempat permainan semacam play station di Mall. Hal ini sangat salah."kami telah mengukur kebisingan di tempat permainan anak mencapai 97 db. Padahal di tempat industri aja dengan kebisingan 95 db sudah diwajibkan mengenakan sumbat kuping".
Dihadapan Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si serta segenap undangan yang terdiri dari Pengurus Komda PGPTK Kabupaten Gresik, IDI Gresik serta pengurus PKK Kabupaten Gresik juga berharap. Agar pengurus Komda PGPTK Gresik yang baru dilantik untuk mensukseskan bebas tuli tahun 2030. Selain kampanye, Damayanti juga berharap agar ada aksi nyata misalnya dengan kampanye Remaja sadar bising kepada siswa SMA maupun SMP, Bakti sosial ke Sekolah Dasar untuk kampanye Telinga bersih.
Karena sesuai penelitian, telinga yang kotor akan mengganggu pendengaran yang selanjutnya sianak akan menjadi terbelakang."ada anak yang ternyata terhambat komunikasi bahkan sampai tertinggal pelajaran hanya karena kurang pendengaran" katanya. Damayanti berharap agar setelah terbentuknya Komda PGPKT ini, setiap puskesmas mempunyai peralatan medis lengkap untuk pemeriksaan telinga."hal ini juga disertai peningkatan kwalitas tehnis tenaga medisnya"katanya.
Selain ketua Komnas PGPKT, perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, dr. Aji Kusuma Jati mengatakan prihatin dengan ketulian yang ada di Indonesia. "kita menduduki ranking 4 terbanyak penderita tuli. Tercatat 35,6 juta masyarakat Indonesia menderita ketulian yaitu sekitar 16,8%. Dari jumlah itu 850 ribu diantaranya masuk dalam kategori tuli berat. Tingginya penderita tuli bawaan dari bayi yang lahir. Ada 5000 sampai 10.000 bayi lahir dalam keadaan tuli". Jelas Aji Kusuma Jati.
Sementara Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim, M.Si dalam sambutannya menyatakan siap membantu untuk menganggarkan program ini dalam APBD. "Tentunya Kementerian Kesehatan RI juga memberikan anggaran khusus pada Program ini di Gresik. Mengingat Gresik satu-satunya Komda PGPKT yang ada di Jawa Timur. Kami yakin dengan dukungan semua pihak, Gresik bebas Tuli tak harus menunggu sampai tahun 2030" ujar Qosim Optimis. (sdm)
219 CPNS kab Gresik menerima SK pegawai negeri, Penerimaan SK PNS ini merupakan hasil CPNS formasi tahun 2010, sebanyak 223 orang. Sedangkan 4 orang yang belum di angkat atau menerima SK PNS di karenakan sakit. Penerimaan di laksanakan di ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik, Jumat (30/11).
Dari jumlah tersebut (219) orang 58 PNS Struktural dan 161 PNS Fungsional (guru 97 orang, Tenaga kesehatan 64 rang).
Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Gresik, Saputro saat memberikan pembinaan menjelaskan bahwa PNS formasi tahun 2010 ini merupakan PNS terbaik dibanding tahun sebelumnya, terbukti kwalitas dalam menjalankan tugas-tugas sudah tak di ragukan lagi, mereka dalam menjalankan tugas selalu tepat waktu serta rata-rata mereka sudah mengusai komputer.
"Saya sangat bangga dengan mereka ini, terlebih angkatan ini merupakan seleksi terakhir penerimaan CPNS." Jelas Saputro.
Kepala BKD berharap dalam menjalankan tugas jangan sampai ada yang mau menerima uang genderuwo (uang tak jelas) hal ini akan menjadikan permasalahan yang pada akhirnya akan berurusahn dengan hokum.
Saputro juga mengingatkan ada beberapa orang yang harus di geser dalam penempatan, pasalnya SKPD tersebut sudah over load/kelebihan tenaga. Yang penting bekerja dengan di dasari rasa iklas dan jujur.
Sementara itu Umi Kurnia salah satu penerima SK PNS dari RS Ibnu sina merasa bangga menerima SK PNS, ini merupakan berkah dan rezeki bagi anak saya yang akan lahir bulan depan. Sambil memegang perutnya yang sudah 8 bulan.(dwi)
editor: sutikhon
Setelah gagal menemui managemen PT Petrokimia Gresik. Para buruh dari KASBI. Melakukan aksi unjukrasa di kantor Disnaker JL Raya Permata Perum Bunder Asri Kamis Siang (29/11).
Buruh berorasi dan makukan dialog dengan Kadisnaker Gresik. Namun alotnya dialog dan panasnya suhu udara di Gresik memperparah situasi. Beberapa buruh terpancing provokasi sehingga sempat saling dorong dengan Polisi dan mendobrak pagar Kantor Disnaker. (Tik)
Editor: Sutikhon
Buruh berorasi dan makukan dialog dengan Kadisnaker Gresik. Namun alotnya dialog dan panasnya suhu udara di Gresik memperparah situasi. Beberapa buruh terpancing provokasi sehingga sempat saling dorong dengan Polisi dan mendobrak pagar Kantor Disnaker. (Tik)
Editor: Sutikhon
Kendati musim hujan di Gresik baru mulai. Tapi siswa-siswi SMP Muhammadiyah 12 Gresik sempat khawatir akan banjir. Kekhawatiran itu ditunjukkan oleh seorang siswi yang bernama Lidya Amanika kelas VII/E saat diberi kesempatan bertanya pada audiensi dengan Bupati Gresik di Ruang Mandala Bakti Praja, Senin (26/11).
Dengan lantang Lidya menyakan tentang kebijakan Pemkab Gresik untuk mengurangi Banjir. "solusi Bupati apa agar Gresik tidak banjir ?". Sebaliknya, Rabaniah siswi kelas VII/F menanyakan tentang kekeringan. "untuk menanggulangi kekeringan dan kekurangan air tindakan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik ?" tanya Rabaniah kepada Bupati Gresik.
Menanggapi pertanyaan seperti itu, Staf ahli Bupati Gresik bidang Hukum dan Pemerintahan, Tursilowanto Hariogi menjelaskan. "berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Untuk mengurangi dampak banjir. Pemerintah telah melakukan normalisasi sungai. Pembuatan dan peninggian tanggul, dan memperbanyak serapan air.
"untuk meringankan beban masyarakat yang diakibatkan oleh Banjir, Pemerintah juga telah menugaskan Badan Penanggulangan Bencana untuk melakukan aksi. Diantaranya mengirimkan bantuan sembako, air bersih dan bantuan lain untuk mengurangi penderitaan masyarakat yang diakibatkan oleh banjir dan kekeringan"ujar Tursilo.
Sebelumnya Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto yang sempat menemui siswa-siswi ini ikut memberikan semangat. Tugas anak-anak adalah belajar dengan rajin agar tercapai cita-citanya. Bupati juga menitipkan pesan kepada para guru, agar selalu menjaga cita-cita anak-anak."tolong selalu diingatkan tentang cita-cita ini"katanya.
Menanggapi apa yang disampaikan Bupati Gresik, Kepala sekolah SMP Muhammadiya 12 Gresik, Isa Iskandar menyatakan senang dan bangga atas diterimanya anak-anak ini. "ini adalah kali ke 4 anak-anak didik kami mengunjungi kantor Bupati Gresik. Tujuan kami adalah untuk aplikasi pembelajaran tentang otoda". Masih menurut Isa Iskandar, selama ini anak-anak belajar tentang otoda melalui buku dengan contoh pelaksanaan otoda di DKI Jakarta. "dengan belajar langsung di Pemerintah Kabupaten Gresik, maka anak-anak bisa lebih dan membandingkan dengan yang dipelajari selama ini" katanya. (sdm)
Editor: Sutikhon
Dengan lantang Lidya menyakan tentang kebijakan Pemkab Gresik untuk mengurangi Banjir. "solusi Bupati apa agar Gresik tidak banjir ?". Sebaliknya, Rabaniah siswi kelas VII/F menanyakan tentang kekeringan. "untuk menanggulangi kekeringan dan kekurangan air tindakan apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik ?" tanya Rabaniah kepada Bupati Gresik.
Menanggapi pertanyaan seperti itu, Staf ahli Bupati Gresik bidang Hukum dan Pemerintahan, Tursilowanto Hariogi menjelaskan. "berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Untuk mengurangi dampak banjir. Pemerintah telah melakukan normalisasi sungai. Pembuatan dan peninggian tanggul, dan memperbanyak serapan air.
"untuk meringankan beban masyarakat yang diakibatkan oleh Banjir, Pemerintah juga telah menugaskan Badan Penanggulangan Bencana untuk melakukan aksi. Diantaranya mengirimkan bantuan sembako, air bersih dan bantuan lain untuk mengurangi penderitaan masyarakat yang diakibatkan oleh banjir dan kekeringan"ujar Tursilo.
Sebelumnya Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto yang sempat menemui siswa-siswi ini ikut memberikan semangat. Tugas anak-anak adalah belajar dengan rajin agar tercapai cita-citanya. Bupati juga menitipkan pesan kepada para guru, agar selalu menjaga cita-cita anak-anak."tolong selalu diingatkan tentang cita-cita ini"katanya.
Menanggapi apa yang disampaikan Bupati Gresik, Kepala sekolah SMP Muhammadiya 12 Gresik, Isa Iskandar menyatakan senang dan bangga atas diterimanya anak-anak ini. "ini adalah kali ke 4 anak-anak didik kami mengunjungi kantor Bupati Gresik. Tujuan kami adalah untuk aplikasi pembelajaran tentang otoda". Masih menurut Isa Iskandar, selama ini anak-anak belajar tentang otoda melalui buku dengan contoh pelaksanaan otoda di DKI Jakarta. "dengan belajar langsung di Pemerintah Kabupaten Gresik, maka anak-anak bisa lebih dan membandingkan dengan yang dipelajari selama ini" katanya. (sdm)
Editor: Sutikhon
Peserta gerak jalan balongpanggang Gresik akhirnya memasuki garis finish. Peserta perorangan dengan nomor punggung 118 berhasil memasuki finish pertama di depan Pendopo Bupati Gresik dengan waktu tempuh 4.57. 34.
Sementara itu Peserta beregu umum dengan nomor dada 455 memasuki garis finish dengan waktu 5.07.20. (Tik)
Editor: Sutikhon
Sementara itu Peserta beregu umum dengan nomor dada 455 memasuki garis finish dengan waktu 5.07.20. (Tik)
Editor: Sutikhon
Peserta gerakjalan Balongpanggang Gresik yang sudah istirahat dan melanjutkan kembali dari Pos 1 Cerme Menuju Pos 2 Bunder tanpa dikawal panitia maupun pihak Kepolisian.
Hal ini membahayakan peserta, karena padatnya arus lalu lintas yang ada di sepanjang Jl raya Cerme.
Dari pantauan kabargresik.com sepanjang jalan raya cerme hingga memasuki terminal Bunder tidak ditemukan Mobil atau motor pengawal peserta. Namun beberapa Anggota Polisi melakukan pengamanan di beberapa perempatan dan titik keramaian. (Tik)
Editor: Sutikhon
Hal ini membahayakan peserta, karena padatnya arus lalu lintas yang ada di sepanjang Jl raya Cerme.
Dari pantauan kabargresik.com sepanjang jalan raya cerme hingga memasuki terminal Bunder tidak ditemukan Mobil atau motor pengawal peserta. Namun beberapa Anggota Polisi melakukan pengamanan di beberapa perempatan dan titik keramaian. (Tik)
Editor: Sutikhon





