Gresik United (GU) akhirnya memenuhi ambisinya untuk menutup putaran kedua Divisi Utama musim 2009-2010 dengan manis.
Pada pertandingan terakhirnya lawan PSIS Semarang, Selasa (30/3/2010) di Stadion Petrokimia, Laskar Joko Samudro menang dengan skor 2-0.
Pertandingan babak kedua berjalan lebih keras dibanding babak pertama. PSIS yang sebelumnya bermain dibawah tekanan, kini mulai memberikan perlawanan. Masuknya striker muda, Reza menggantikan Bruno pada menit 52 membuat lini depan tim berjuluk Mahesa Jenar itu semakin agresif.
Dari kubu GU, untuk menambah daya gedor, pelatih Sasi Kirono memainkan striker, Ali Usman untuk menggantikan David Faristian pada menit ke-54. Masuknya pemain yang dijuluki 'super sub' itu membuat Khabib Syukron yang pada babak pertama berduet dengan Varney Pas Boakay digeser menjadi sayap kanan.
Laskar Joko Samudro seharusnya mendapat hadiah penalti. Sebab pada menit ke-53, salah satu pemain PSIS, Tommy kedapatan menyentuh bola di kotak terlarang. Namun wasit tidak menganggap itu sebagai pelanggaran. Kontan keputusan wasit mendapat reaksi dari suporter GU, Ultrasmania. Mereka mencemooh dan menyiuli wasit.
GU sempat menuai tiga peluang melalui Basuki. Sayang, mantan pemain Persebaya Surabaya itu masih belum beruntung. Tendangan pertamanya masih menyamping dari tiang gawang, padahal posisinya tinggal berhadapan dengan kiper. Untuk peluang keduanya, dapat digagalkan oleh pemain belakang PSIS. Sedang peluang terakhir mampu diblok kiper, Catur.
Basuki beruntung, peluang keempat yang didapatnya pada menit ke-76 akhirnya berhasil menjadi gol. Berawal tendangan bebas Herman Romansyah, Basuki yang berdiri tanpa kawalan menanduk bola dan mengubah skor menjadi 2-0. Skor itu bertahan hingga pertandingan usai.
Pada pertandingan terakhirnya lawan PSIS Semarang, Selasa (30/3/2010) di Stadion Petrokimia, Laskar Joko Samudro menang dengan skor 2-0.
Pertandingan babak kedua berjalan lebih keras dibanding babak pertama. PSIS yang sebelumnya bermain dibawah tekanan, kini mulai memberikan perlawanan. Masuknya striker muda, Reza menggantikan Bruno pada menit 52 membuat lini depan tim berjuluk Mahesa Jenar itu semakin agresif.
Dari kubu GU, untuk menambah daya gedor, pelatih Sasi Kirono memainkan striker, Ali Usman untuk menggantikan David Faristian pada menit ke-54. Masuknya pemain yang dijuluki 'super sub' itu membuat Khabib Syukron yang pada babak pertama berduet dengan Varney Pas Boakay digeser menjadi sayap kanan.
Laskar Joko Samudro seharusnya mendapat hadiah penalti. Sebab pada menit ke-53, salah satu pemain PSIS, Tommy kedapatan menyentuh bola di kotak terlarang. Namun wasit tidak menganggap itu sebagai pelanggaran. Kontan keputusan wasit mendapat reaksi dari suporter GU, Ultrasmania. Mereka mencemooh dan menyiuli wasit.
GU sempat menuai tiga peluang melalui Basuki. Sayang, mantan pemain Persebaya Surabaya itu masih belum beruntung. Tendangan pertamanya masih menyamping dari tiang gawang, padahal posisinya tinggal berhadapan dengan kiper. Untuk peluang keduanya, dapat digagalkan oleh pemain belakang PSIS. Sedang peluang terakhir mampu diblok kiper, Catur.
Basuki beruntung, peluang keempat yang didapatnya pada menit ke-76 akhirnya berhasil menjadi gol. Berawal tendangan bebas Herman Romansyah, Basuki yang berdiri tanpa kawalan menanduk bola dan mengubah skor menjadi 2-0. Skor itu bertahan hingga pertandingan usai.
Skuad Gresik United (GU) akan melakoni laga kandang melawan Mitra Kukar, dalam lanjutan Liga Joss Indonesia Wilayah 2, Rabu (10/3) sore. Jelang laga krusial ini GU dipusingkan kondisi para pemain asingnya.
Harusnya pada laga nanti GU bisa mengamankan tiga poin, sebab mereka akan bermain di kandang sendiri, di Stadion Tri Dharma Gresik. Selain itu, tiga poin akan membawa mereka menguntit posisi aman dari zona degradasi. GU saat ini berada di peringkat sembilan, dari 11 tim yang berkompetisi.
Pada laga krusial nanti, mereka kemungkinan tak diperkuat beberapa pilar asingnya. Dalam latihan Senin (8/3) sore, tampak Bernard Mamadou harus menepi dan melihat latihan rekan-rekannya dari pinggir lapangan. Pemain asal Liberia ini mengalami cedera, setelah otot pahanya tertarik pada saat pemanasan sebelum sesi latihan dimulai.
“Inilah yang kerap saya keluhkan, kondisi pemain asing di GU ini kurang begitu terjaga. Bagaimana tidak, lha wong gabung dengan skuad saja baru lima sampai enam hari menjelang pertandingan, usai libur panjang,” ujar Penasihat Teknik GU, Sanusi Rahman.
Pada sesi latihan Senin sore tersebut, Varney Pas Boakay, juga mengalami sedikit masalah pada tangan kanannya. Masalah itu didapat pada akhir latihan, di mana ia salah tumpuhan dan terjatuh saat melakukan heading. Padahal, sebelumnya mantan penyerang Persela Lamongan ini terlihat enjoy menikmati menu latihan yang diberikan oleh para pelatih GU.
“Kami belum mengetahui secara pasti, apakah mereka berdua (Bernard dan Mamadou, red) akan bermain lawan Mitra Kukar. Kami akan mengkonsultasikannya lebih lanjut dengan tim medis tim,” jawab pelatih GU, Sasi Kirono.
Apa pun GU tak boleh lagi terpeleset dalam mencari tambahan poin, sebab kompetisi tinggal menyisakan enam laga. Sekali terpeleset, bersiap melakoni play off atau terdegradasi ke kasta yang lebih rendah.(surabayapost)
Gresik United (GU) akhirnya takluk di kandang lawan setelah melawan Deltras di stadion Gelora Delta rabo sore (16/12). Tle Lobster mampu taklukkan Laskar Joko Tingkir dengan skor 2-0.
Gol Deltras dicetak Cornelis Kaimu menit 55. Meneruskan umpan M Fakhrudin, Kaimu berhasil menjebol gawang GU yang dijaga Usman Pribadi. Setelah Kaimu, giliran Giliran Satyo Husoho memperbesar kemenangan menit 80 memanfaatkan umpan silang Ferry Aman Saragih.
Kemenangan lawan GU tidak didapat dengan gampang. Pelatih Deltras, Nus Yadera mengaku kesulitan untuk menjebol gawang GU. Apalagi Gu dijaga bek asing, Bernard Mamadou.
"Babak pertama kita kesulitan mencari celah untuk membongkar pertahanan. Hampir setiap serangan dan pergerakan lini depan mampu ditutup lini belakang GU," ucap Nus.
Sedangkan pelatih GU, Sasi Kirono mengatakan, dia sangat kecewa dengan hasil ini. Sebab ia melihat permainan anak buahnya tidak seperti ketika melawan Persiba Bandung Lalu. Ia juga menokal ketika dimintai keterangan tentang wasit.
"Ini laga away terburuk yang pernah kami saksikan. Tapi saya tidak bisa menyalahkan pemain kami. Saya tidak mau komentar soal itu, semua sudah tahu dan itu terlalu berlebihan," ujarnya kesal.(bjt)
